Facebook Bukopin Siaga

Twitter @bukopinsiaga

Instagram @bukopinsiaga

Youtube SiagaBukopin

Halo Bukopin 14005

Tujuh Agenda Disahkan di RUPST bank Bukopin Tahun Buku 2017

Tujuh Agenda Disahkan di RUPST bank Bukopin Tahun Buku 2017

  • May 23, 2018
  • Admin
  • 4383 kali dilihat

Mustafa Abubakar Komisaris Utama Bank Bukopin

·Mustafa Abubakar ditunjuk sebagai Komisaris Utama Independen.
 
·Seluruh laba bersih tahun buku 2017 dialokasikan untuk memperkuat permodalan.
 
·Tantiem kepada Dewan Komisaris dan Direksi untuk tahun buku 2017 tidak diberikan.
 
·Pengajuan kembali rencana rights issue disetujui RUPST.

Jakarta, 22 Mei 2018 – Bank Bukopin terus memperkuat lini organisasi sebagai bagian dari strategi Perseroan untuk meningkatkan daya saing dan kinerja bisnis. Penguatan lini organisasi Perseroan dilakukan melalui penyegaran pada jajaran manajemen. Melalui RUPST Tahun Buku 2017 yang diselenggarakan Selasa (22 Mei 2018) dari pukul 13.30 wib hingga 17.00 wib, Rapat mengesahkan penunjukan Mantan Menneg BUMN Mustafa Abubakar sebagai Komisaris Utama Independen Perseroan. Mustafa Abubakar sebelumnya merupakan Menneg BUMN pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Sebelum di Bank Bukopin,  Mustafa juga pernah menduduki jabatan sebagai Komisaris Utama di BRI dan sebelumnya sempat menjadi Direktur Utama Perum Bulog.

Keberadaan Mustafa Abubakar sebagai Komisaris Utama Independen Bank Bukopin diharapkan dapat memperkuat fungsi supervisi dan pelaksanaan tata kelola di Perseroan. Bersamaan dengan penetapan Mustafa Abubakar, RUPST juga mengesahkan pengunduran diri Karya Budiana dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Independen untuk selanjutnya ditetapkan sebagai Komisaris Independen. Selanjutnya, M. Rachmat Kaimuddin ditetapkan sebagai Direksi, mengisi posisi lowong yang ditinggalkan oleh Setiawan Sudarmaji yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Operasi. Saat ini Rachmat Kaimuddin juga menjabat sebagai Chief Financial Officer di PT Bosowa Corporindo, pemegang saham pengendali Bank Bukopin.

Untuk mengisi posisi Komisaris yang lowong karena ditinggalkan oleh Rachmat Kaimuddin, RUPS kemarin juga mengesahkan penunjukan M. Subhan Aksa sebagai Komisaris Bank Bukopin. Subhan Aksa  merupakan salah satu pemegang saham dari 30% kepemilikan PT Bosowa Corporindo di Bank Bukopin. Sementara itu, pemerintah menunjuk Susiwijono untuk duduk sebagai Komisaris di Bank Bukopin menggantikan Luky Alfirman yang mendapatkan penugasan lain. RUPS juga menyetujui pengunduran diri Parikesit Suprapto dari Komisaris Independen.

Sebelumnya, RUPS Luar Biasa pada 10 Januari 2018 telah menyetujui penunjukan Eko Rachmansyah Gindo sebagai Direktur Utama dan Rivan A Purwantono Direktur Bank Bukopin. Dalam RUPST kemarin, manajemen melaporkan bahwa keduanya telah efektif menjabat setelah dinyatakan lolos uji kemampuan dan kepatutan (fit & proper test) dari Otoritas Jasa Keuangan.

Dengan keputusan tersebut, Komposisi manajemen Bank Bukopin periode 2018-2023 menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Independen: Mustafa Abubakar*

Komisaris: M. Subhan Aksa*

Komisaris: Deddy SA Kodir

Komisaris: Susiwijono*

Komisaris Independen: Karya Budiana

Komisaris Independen: Mulia P. Nasution

Komisaris Independen: Marguestienny.

 

 

Dewan Direksi

Direktur Utama: Eko Rachmansyah Gindo

Direktur: Mikrowa Kirana

Direktur: Adhi Brahmantya

Direktur: Heri Purwanto

Direktur: Rivan A Purwantono

Direktur: M. Rachmat Kaimuddin*

Direktur: Hari Wurianto*

*Keterangan: Menunggu hasil fit & proper test OJK.

 

Keputusan RUPST

RUPST yang dipimpin oleh Komisaris Utama (Independen) Karya Budiana mengangkat sembilan agenda sekaligus mengesahkan laporan keuangan Perseroan tahun buku 2017. RUPST menghasilkan beberapa keputusan, diantaranya terkait penggunaan laba bersih Perseroan, pemberian tantiem kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan, penunjukan kantor akuntan publik untuk pemeriksaan laporan keuangan Perseroan Tahun Buku 2018 beserta penetapan honorariumnya, serta penetapan honorarium, gaji dan/atau tunjangan bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.

Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo mengungkapkan beberapa agenda lainnya yang disahkan pada RUPST adalah menyetujui kembali rencana Perseroan untuk melaksanakan Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih  Dahulu  (Rights Issue).

“RUPST juga menyetujui penggunaan seluruh laba bersih Perseroan tahun buku 2017 dialokasikan sepenuhnya untuk memperkuat permodalan,” jelasnya,
Dikarenakan kinerja keuangan perusahaan yang belum sesuai target, RUPST juga menyetujui usulan untuk tidak memberikan tantiem untuk Tahun Buku 2017 kepada Dewan Komisaris dan Direksi.

Eko optimistis penyegaran di tubuh manajemen Bank Bukopin akan semakin mendukung rencana Perseroan untuk memacu kinerja dan pertumbuhan bisnis. Dengan disetujuinya kembali rencana pelaksanan rights issue, Perseroan akan dapat fokus mengeksekusi rencana untuk memperkuat permodalan dan melakukan ekspansi.

 
Tentang Bank Bukopin

Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) berdiri pada 10 Juli 1970. Pada 1989 nama Bukopin resmi berganti menjadi Bank Bukopin. Pada 2006 Perseroan melakukan IPO dan sejak saat itu menjadi perusahaan terbuka. Bank Bukopin terus tumbuh dan berkembang hingga masuk ke dalam kelompok bank menengah di Indonesia.

Bank Bukopin merupakan bank yang fokus pada segmen ritel, yang terdiri dari segmen Mikro, UKM, dan Konsumer serta didukung oleh segmen Komersial.

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan teknologi finansial, Bank Bukopin terus melakukan modernisasi infrastruktur TI serta menyiapkan beragam produk dan layanan berbasis perbankan digital seperti aplikasi Bukopin Mobile, b-wallet, dan Tabungan Digital Wokee. Pada tahun 2017, Perseroan mendirikan BNV Labs untuk mendorong pertumbuhan start up bidang fintech di Tanah Air.

Hingga 30 April 2018, Bank Bukopin beroperasi di 23 provinsi, memiliki 43 kantor cabang utama, 175 kantor cabang pembantu, 103 kantor kas, 22 kantor fungsional (layanan mikro), 21 payment point, 8 layanan pickup service, serta didukung oleh lebih dari 31.000 unit PPOB (Payment Point Online Bukopin). Seluruh kantor Bank Bukopin telah terhubung dalam satu jaringan real time online. Untuk mendukung layanan ke nasabah, Bank Bukopin juga mengoperasikan 865 mesin ATM. Kartu ATM Bukopin terkoneksi dengan seluruh jaringan ATM BCA Prima, ATM Bersama dan Plus di seluruh Tanah Air

Saham Bank Bukopin dimiliki oleh Bosowa Corporindo (30,00%), Kopelindo (18,09%), Negara RI (11,43%), dan Publik (40,48%).

Sesuai dengan moto ‘Memahami dan Memberi Solusi’, Bank Bukopin senantiasa melakukan inovasi dan peningkatan layanan kepada para nasabahnya.

 

 

 

Bagikan

Baca Juga

June 04, 2018 10:35 AM

Bank Bukopin Meluncurkan Kartu Debit Berlogo Gerbang Pembayaran Nasional

Jakarta, 30 Mei 2018 – Bank Indonesia (BI) sebagai Bank Sentral telah meluncurkan program Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). GPN merupakan terobosan...

June 04, 2018 10:29 AM

Bank Bukopin Menerima Penghargaan Innovative Company in Digital Banking Services Pada Ajang Indonesia Digital Innovation Award

Revolusi digital telah mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi, bekerja, bertransaksi, dan beraktivitas. Kini, masyarakat dapat secara instan dan...

Komentar